*Tak terima disepelekan Hotman Paris, Jurnalis Senior PWI Pusat E.J Simangunsong mengecam perkataan “Eh, punya lu punya otak gak sih?”*

 

Kota Tangerang –

mediaintegritasInIndonesimy.id// Banten ( 23/07/2026).

 

Opung E.J Simangunsong, BA (68 tahun) sosok jurnalis senior dan pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat sangat menyayangkan atas pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yang viral dengan perkataan kasar nya pada wartawan saat konferensi pers kasus mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

 

“Sangat menyakitkan dan sangat disayangkan atas pernyataan tersebut. Saya sebagai orang Batak, sangat malu dan kecewa pada hal itu. Sebagai seorang figur yang tahu hukum dan etika, seharusnya lebih kedepankan kearifan daripada emosi dalam menghadapi suatu hal di lapangan” ujar opung E.J Simangunsong pada awak media media integritas Indonesia.com di kediaman nya, perumahan Puri Dewata (Royal 3) Kelurahan Poris Plawad Utara Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang pada Kamis, 23 Juli 2026.

 

“Kan sudah terbiasa hadapi media dimanapun sebagai seorang pengacara terkenal. Saya dukung kejadian ini dilanjutkan ke hukum karena Indonesia adalah negara yang berdaulat. Tanpa melihat status profesi seseorang apabila melanggar hukum maka harus terima konsekuensi nya” tegas opung E.J Simangunsong

 

Menjadi anggota PWI sejak tahun 1992 dan menjabat sebagai pemimpin redaksi media cetak dan online ‘Detak Jakarta’ yang sekarang dirubah menjadi ‘Detak Indonesia’, opung E.J Simangunsong namanya sangat dikenal luas di kalangan tokoh dan birokrat, khususnya di wilayah Tangerang Raya dan DKI Jakarta. Sebagai jurnalis aktif sejak tahun 1980-an dengan berita-berita nya yang viral sangat menyentuh pada kebijakan para aparatur pemerintah dan berdedikasi tinggi dalam dunia jurnalistik.

 

Memiliki 5 anak dan istri asli Betawi Poris serta pernah mengemban amanah sebagai Ketua RT dan Ketua RW menjadikan nya sosok figur tokoh masyarakat yang disegani. Merangkul berbagai macam kalangan tanpa melihat status profesi yang membuat masyarakat sekitar tetap bersimpati. “Pemilihan Ketua RW belum lama ini, saya mau dicalonkan lagi tapi saya menolak dan mempersilahkan bagi figur yang lain” lanjut opung E.J Simangunsong

 

“Saya berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Indonesia adalah bangsa yang berbudaya dan beretika. Jangan bangga dengan status atau profesi apabila tidak bisa menghargai sesama manusia” tutup opung E.J Simangunsong..(Red/AM.Tanjuang)✍️🇮🇩

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *