Penderita TBC Di Tegal Masuk Rating Ketiga Se Jawa Tengah 

 

Tegal – Media Integritas Indonesia  –  Jawa Tengah ( 25 / 9 / 2026 )

 

 

 

Warga Negara Republik Indonesia sedang menghadapi cuaca panas tinggi dan sudah jarang sekali turun hujan hal semacam itu melanda warga yang berdomisili di wilayah Pemerintah Tegal Provinsi Jawa Tengah .

 

 

Ada imbas kurang baik pada kesehatan tentunya hingga pihak Pemerintah Tegal dan terkhusus pihak Dinas Kesehatan dan unsur yang terkait melaksanakan pendataan , pengecekan , evaluasi kesehatan publik .

 

Hingga akhirnya adanya kabar mengenai kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kabupaten Tegal menjadi yang tertinggi ketiga se-Jawa Tengah. Berdasarkan data hingga 21 September 2026, tercatat ada 2.865 penderita TBC.

 

Dari jumlah itu, sebanyak 154 orang meninggal dunia, sementara 407 orang telah dinyatakan sembuh. Dengan tingginya kasus ini, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menggandeng Polda Jateng untuk melakukan eliminasi TBC.

 

Kerja sama ini terjalin saat Kepala Polda Jateng Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo berkunjung ke Tegal dalam rangka program TOSS TB di wilayah hukum Polres Tegal. Kegiatan ini berlangsung di Puskesmas Adiwerna, Rabu, 23 September 2026.

 

Acara ini dihadiri Kapolres Tegal beserta jajaran, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Edy Sucipto, perwakilan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, serta Kepala Puskesmas Adiwerna Titin Winingsih.

 

“Ada terobosan melalui pendampingan, karena TBC ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Tegal, tetapi harus dilakukan bersama-sama dengan masyarakat dan Polres Tegal,” kata Ischak.

 

Menurutnya kehadiran Kapolda turut memperkenalkan TOSS TB Tesla, inovasi Polres Tegal berupa aplikasi yang mendukung proses penelusuran kasus, pendampingan pasien dalam menjalani pengobatan, pengingat jadwal minum obat, dan edukasi bagi penderita TBC.

 

“Di dalamnya ada tracing, pendampingan minum obat, pengingat, edukasi kepada para penderita TB, termasuk membantu memantau pengobatan pasien,” jelas Ischak.

 

Hingga saat ini, aplikasi TOSS TB Tesla tersebut telah diaktifkan oleh 1.993 pengguna. Meski angka kasus masih tinggi, Bupati Ischak menilai capaian 407 kesembuhan sebagai bukti kerja kolaboratif mulai membuahkan hasil.

 

“Data ini tentu menjadi pengingat bahwa pekerjaan kita masih panjang. Tetapi kita juga patut bersyukur karena sudah ada penderita yang berhasil sembuh. Karena itu, kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat,” tuturnya.

 

Dalam kegiatan tersebut turut dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan dahak bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC, serta pemberian bantuan sembako dan uang transportasi kepada pasien yang sedang menjalani pengobatan.

 

Hingga saat ini, pemeriksaan kesehatan umum telah menjangkau sekitar 3.900 dari target lebih dari 6.000 orang. Sementara pemeriksaan khusus kelompok terduga TBC telah mencapai sekitar 70 persen dari target kelompok tersebut.

 

Kolaborasi penemuan kasus ini juga mendapat dukungan jajaran kepolisian di tingkat desa. Ischak menyebut, salah satu Bhabinkamtibmas bahkan tercatat melakukan penelusuran terhadap sekitar 3.000 orang, capaian yang menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah dan mendapat penghargaan.

 

Menutup kegiatan, Ischak menegaskan keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan konsistensi, sinergi, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

 

“Target kita adalah eliminasi TBC pada 2030. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, Pramuka, dan masyarakat harus terus kita perkuat,” pungkasnya.

 

Selain penanganan dan penemuan kasus, upaya pencegahan turut diperkuat melalui pelibatan generasi muda. Perwakilan PPTI Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono menyampaikan, pihaknya bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Tegal mendorong peran Pramuka dalam edukasi promotif dan preventif terkait TBC, dengan Adiwerna disiapkan sebagai percontohan program tersebut.

 

“Adiwerna ini nantinya kita dorong menjadi role model. Ada sembilan SLTA yang siap kita dampingi untuk edukasi, sekaligus kegiatan-kegiatan dari Siaga dan Penggalang Pramuka,” ungkap Widodo.

 

 

 

Penulis : Susmono ( Ramsus )

 

Sumber Berita : Berita Jateng id dan Diskominfo Tegal – Jawa Tengah

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *