*Kawal Kualitas Data Ketenagakerjaan, BPS Pemalang Gelar Pelatihan Sakernas di Tengah Momentum Sensus Ekonomi*

Pemalang – Media Integritas Indonesia –  Jawa Tengah ( 20 / 07 / 2026 )

 

Badan Pusat Statistik (BPS ) Kabupaten Pemalang menggelar pelatihan tatap muka (luring) secara _full-day_ bagi calon petugas Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2026. Kegiatan pemantapan kompetensi lapangan ini dipusatkan di The Winner Premier Hotel, Pemalang, pada Senin (20/7/2026).

Agenda ini merupakan tahapan puncak dari rangkaian pelatihan petugas. Sebelumnya, seluruh calon Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) telah diwajibkan untuk menyelesaikan fase pembelajaran mandiri (MOOC) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring yang dilaksanakan sejak 11 Juli lalu.

 

Kegiatan pelatihan luring ini dibuka secara resmi oleh Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Teguh Iman Santoso. Dalam sesi sambutan dan pengarahan strategis yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 09.00 WIB tersebut, Teguh menyoroti dinamika yang akan dihadapi oleh jajaran petugas di lapangan.

 

Pasalnya, pelaksanaan pengumpulan data Sakernas harus berjalan berbarengan dengan agenda besar nasional lainnya, yakni Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang saat ini tengah bergulir sejak 15 Juni dan dijadwalkan baru akan berakhir pada 31 Agustus 2026 mendatang.

 

> “Bulan Agustus ini merupakan periode yang cukup menantang bagi BPS Kabupaten Pemalang. Meskipun tim petugas lapangan Sakernas dan Sensus Ekonomi 2026 adalah tenaga yang berbeda, kedua agenda krusial ini turun ke masyarakat dalam rentang waktu yang bersamaan. Tantangan utamanya adalah menjaga komunikasi yang baik agar warga masyarakat tetap kooperatif saat didatangi petugas kita,” ujar Teguh Iman Santoso.

 

*Potret Faktual Ekonomi dan Pekerja Daerah*

 

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) sendiri dirancang khusus untuk mengumpulkan data ketenagakerjaan yang berkesinambungan. Tujuannya adalah guna memperoleh estimasi faktual yang representatif hingga tingkat kabupaten/kota, mencakup rincian jam kerja penduduk usia 15 tahun ke atas hingga riwayat pelatihannya. Selama pelatihan tatap muka, para petugas dibekali pendalaman materi mengenai prosedur pemutakhiran Satuan Lingkungan Setempat (SLS) serta praktik simulasi wawancara (_role playing_). Seluruh proses pengumpulan data ini juga sepenuhnya telah memanfaatkan teknologi tanpa kertas berbasis aplikasi FASIH (CAPI) di gawai masing-masing petugas.

 

Meski pelaksanaannya padat, Teguh memberikan suntikan semangat dan apresiasi atas dedikasi para petugas yang menjadi ujung tombak BPS di lapangan. Ia meyakini bahwa data ketenagakerjaan yang dihasilkan hari ini akan membawa dampak positif yang besar bagi perencanaan pembangunan daerah esok hari.

 

> “Di balik setiap angka pengangguran dan tingkat partisipasi angkatan kerja yang Saudara catat di lapangan, ada harapan besar masyarakat akan masa depan yang lebih baik. Mari jadikan data yang akurat ini sebagai jembatan emas yang akan memandu pemerintah daerah dalam menghadirkan lapangan kerja baru. Jika datanya tepat sasaran, kesejahteraan warga Pemalang pasti akan semakin meningkat,” pesan Teguh dengan penuh optimisme.

 

penulis : Susmono ( Ramsus )

Redaksi:R.efendi

 

 

Sumber Berita : Tim Humas BPS Pemalang

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *