*Efek kenaikan Dolar, Bengkel Tambal Ban Jadi Sepi, Endang : “Dulu berani ngutang rokok, sekarang takut gak bisa bayar”*

 

Tangerang Selatan -Media integritas Indonesia// – Banten. ( 06/06/2026 )

 

Saat ini mata uang Dolar US sudah tembus di angka Rp.18.095,- semoga jangan sampai menyentuh angka Rp.20.000,-. Efeknya sangat berdampak luas pada sektor ekonomi, mulai usaha berbahan baku kedelai (tahu & tempe), elektronik, sampai pada usaha bengkel tambal ban.

Sebagaimana yang dialami Endang (50 thn) pria asli Betawi yang membuka usaha tambal ban & spareparts (oli, kampas rem, gir, filter, dan busi) di daerah Gg.Sarmah Kelurahan Parigi Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan dari tahun 2000-an merasakan sekali dampak naiknya nilai mata uang Dolar US saat ditemui awak media integritas Indonesia di bengkel nya pada Sabtu, 06 Juni 2026.

 

“Dulu gw mah belanja oli sedus kisaran harga 700-800rb, sekarang di angka 1,3 juta sedus. Beli nya bisa, jualnya kebingungan kasih harga pada pelanggan.

Banyak yang kaget pada naiknya harga sparepart kendaraan sekarang..” ujar Endang.

“Sudah hampir setahun ini lah penghasilan dan pendapatan anjlok drastis.

Dulu masih berani ngutang rokok atau cemilan di warung terdekat, sekarang mah gak berani, takut gak bisa bayar..” keluh Endang. Meski memiliki tempat sendiri tanpa harus menyewa atau mengontrak, dengan situasi ekonomi saat ini, pria berkacamata ini lebih mementingkan kebutuhan keluarga.

 

Sejauh pantauan awak media terlihat masih banyaknya persediaan spareparts di etalase dan lemari besi. “Sudah lama saya gak berani stok barang-barang. Yang umum dan cepat laku aja. Biar untung sedikit tapi dapur masih bisa ngebul” jelasnya sambil tersenyum.

 

Hal semacam ini tidak hanya dirasakan pelaku usaha. Naiknya harga memicu lemahnya respon pasar.

Mengutip pernyataan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan meminta masyarakat tidak panik menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah pada mata uang Dolar US.

Untuk pergerakan nilai tukar diserahkan sepenuhnya pada Bank Indonesia (BI)..(Red : R.efendi /A.M.Tanjuang)โœ๏ธ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *