MEDIA INTEGRITAS INDONESIA
Jakarta – Indonesia ( 7 /10/ 2026 )
Banyaknya kritik dari semua elemen Warga Negara Indonesia kepala birokrasi , kelembagaan , institusi negara tentunya itu bisa diartikan sebagai tambah menurunnya kepercayaan dari lapisan publik .
Atau biasa kita dengar dengan istilah Critical Crisis , Marzilis Sosiolog yangbtelah menulis buku berjudul ” Menara Gading Yang Keropos ” ada kritik terhadap dunia pendidikan tinggi di Indonesia .
Marzilis resmi meluncurkan buku yang berjudul “Menara Gading yang Keropos: Skandal, Birokrasi, dan Kematian Nalar di Dunia Akademik Indonesia”, diharapkan bisa digunakan sebagai
Refleksi sekaligus otopsi kritis terhadap potret buram universitas di tanah air yang kian menjauh dari fungsinya sebagai pusat peradaban dan kebenaran ilmiah.
Melalui karya setebal 280 halaman ini, Marzilis secara berani membongkar berbagai skandal moral, cengkeraman hiper-birokratisasi, hingga hilangnya daya kritis yang ia sebut sebagai “kematian nalar” di lingkungan kampus.
Universitas yang seharusnya menjadi menara gading tempat ilmu pengetahuan murni dirawat, kini justru keropos dari dalam,” ujar Marzilis dalam acara peluncuran buku di Jakarta.
Kita melihat maraknya perjokian karya ilmiah demi mengejar gelar, komersialisasi jabatan profesor, hingga beban administrasi yang mencekik produktivitas riset substansial para dosen.
Jika ini dibiarkan, kampus hanya akan menjadi pabrik pencetak ijazah, bukan pusat pemikir bangsa ,
Buku ini membedah tiga point krusial yang saling berkelindan dalam merusak tatanan akademik antara lain :
* Skandal Etika: Mengurai fenomena plagiarisme sistemik, industri perjokian jurnal internasional, dan obral gelar kehormatan (Doctor Honoris Causa) yang sarat kepentingan transaksional politik dan kekuasaan.
* Belenggu Birokrasi: Mengkritik sistem “publish or perish” mekanistis yang memaksa akademisi menghabiskan energi untuk mengisi borang akreditasi administratif ketimbang melahirkan riset yang berdampak langsung pada masyarakat.
* Kematian Nalar: Menganalisis bagaimana iklim anti-kritik dan komersialisasi pendidikan membungkam kebebasan akademik, menghasilkan lulusan yang sekadar patuh pada pasar kerja tanpa kemampuan berpikir kritis (critical thinking).
Marzilis Sosiolog dan penulis tidak hanya menyajikan kritik destruktif. Di bagian akhir buku, ia menawarkan cetak biru (blueprint) reformasi struktural untuk menyelamatkan masa depan pendidikan tinggi Indonesia.
Buku ini direkomendasikan bagi para akademisi, mahasiswa, pembuat kebijakan, serta siapa saja yang peduli terhadap masa depan intelektual bangsa.
Biografi
Tentang Penulis:
Marzilis adalah seorang sosiolog, peneliti, dan penulis aktif yang fokus pada isu-isu korupsi, birokrasi, dan dinamika sosial di Indonesia. Karya-karyanya dikenal lugas, berbasis data tajam, dan konsisten menyuarakan pentingnya merawat akal sehat dalam ruang publik.
Penulis : Susmono ( Ramsus )
Sumber Berita : Marzilis Sosiolog dan Penulis Buku Berjudul Menara Gading Yang Keropos