Indonesia dinilai beruntung memiliki kepemimpinan yang dinilai berpihak pada buruh

Jakarta – Kalangan pekerja pelabuhan mendorong pembentukan Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia sebagai simbol perjuangan dan penguatan peran buruh dalam pembangunan ekonomi nasional. Gagasan tersebut disampaikan dalam sebuah forum yang menyoroti pentingnya pelabuhan sebagai lokomotif utama perekonomian negara.
Dalam kesempatan itu, disampaikan bahwa Indonesia dinilai beruntung memiliki kepemimpinan yang dinilai berpihak pada buruh. Salah satu kebijakan yang diapresiasi adalah kenaikan upah minimum nasional sebesar 6,5 persen, yang disebut sebagai langkah progresif dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak lepas dari pandangan bahwa kesejahteraan buruh dan peran tenaga pendidik menjadi fondasi kemajuan bangsa. Ia juga menyinggung kehadiran Presiden dalam sejumlah agenda pekerja sebagai bentuk perhatian terhadap kelompok buruh dan tenaga pendidik.
Lebih lanjut ditegaskan, pelabuhan memiliki posisi strategis sebagai urat nadi perekonomian. Tidak ada negara maju tanpa didukung pelabuhan yang kuat dan tenaga kerja yang sejahtera. Negara-negara seperti Amerika Serikat, China, hingga Singapura disebut sebagai contoh bagaimana kemajuan pelabuhan berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jika pelabuhan tidak dikelola dengan baik, buruhnya tidak sejahtera, dan sistemnya tidak kuat, maka target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 akan sulit tercapai,” ujarnya.

Pembentukan Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia dinilai penting untuk memastikan keterlibatan aktif pekerja dalam pembangunan sektor kepelabuhanan. Organisasi tersebut diharapkan menjadi wadah aspirasi sekaligus mitra strategis pemerintah dan pengelola pelabuhan, termasuk Pelindo, dalam memperkuat daya saing nasional.
Selain itu, kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah disebut sebagai kunci menciptakan sistem kepelabuhanan yang efisien dan berkeadilan. Keberhasilan sebuah perusahaan, lanjutnya, tidak hanya diukur dari keuntungan, tetapi juga dari kemampuannya meningkatkan kesejahteraan buruh.
Ia pun mengajak seluruh pekerja pelabuhan untuk terus berjuang dan berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional. Kerja keras dan kebersamaan dinilai menjadi faktor utama dalam mendorong Indonesia sejajar dengan negara-negara maju.Sebesar apa pun usaha dan perjuangan kita, tetap harus diiringi doa dan keyakinan. Kerja keras adalah kewajiban, dan hasil akhir tetap bergantung pada kehendak Tuhan,” tutupnya.

Yad/doe

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *