Jakarta – Suasana pembukaan Indonesia Ramadan Expo 2026 di gedung Smesco, Jakarta, 4 Maret 2026. Pameran ini diselenggarakan dari tanggal 4 – 8 Maret dan diharapkan dapat menjadi ajang pembelajaran, promosi, sekaligus gerakan nasional yang mempertemukan pelaku UMKM, pelaku industri halal, dan masyarakat. Menteri UMKM Maman Abdurrahman memberikan sambutan dalam pembukaan Indonesia Ramadan Expo 2026 di gedung Smesco, Jakarta, 4 Maret 2026.Suasana pembukaan Indonesia Ramadan Expo 2026 di gedung Smesco, Jakarta, 4 Maret 2026Suasana pembukaan Indonesia Ramadan Expo 2026 di gedung Smesco, Jakarta, 4 Maret 2026. Dalam satu dekade terakhir, ekosistem ekonomi global mengalami perubahan mendasar yang ditandai dengan ketidakpastian geopolitik, disrupsi teknologi, dan dinamika pasar yang semakin kompleks. Krisis rantai pasok global, fluktuasi harga komoditas, serta tekanan inflasi lintas negara telah menciptakan ketidakseimbangan baru dalam sistem ekonomi dunia. Kondisi ini menuntut setiap negara untuk memiliki ketahanan ekonomi yang adaptif, inovatif, dan berbasis pada potensi domestik yang berdaya saing global.
Selain itu, dunia tengah bergerak menuju tatanan ekonomi baru yang menekankan pada nilai-nilai keberlanjutan, inklusivitas, dan ekonomi berbasis etika. Dalam konteks ini, ekonomi halal dan industri kreatif menjadi dua sektor strategis yang berpotensi besar menjadi motor pertumbuhan baru. Transformasi ekonomi global juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat peran dan kontribusinya sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan sumber daya ekonomi yang melimpah.
Di sinilah urgensi penyelenggaraan Indonesia Ramadhan (INRA) dan Indonesia International Muslim Fair (IIMF) 2026 menjadi sangat penting. Kedua agenda besar ini dirancang sebagai platform strategis untuk memperkuat diplomasi ekonomi, memperluas jejaring industri halal dan kreatif, serta mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia Islam.
MAMAN ABDURRAHMAN, S.T.
Kita semua memahami bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Lebih dari 97% tenaga kerja Indonesia berada di sektor ini. Karena itu, penguatan ekonomi umat melalui kegiatan seperti INRA 2026 menjadi langkah nyata untuk mendorong produktivitas, memperluas pasar, dan memperkenalkan produk halal Indonesia ke tingkat global.
Momentum Ramadhan selalu menjadi waktu yang istimewa untuk memperkuat semangat berbagi, kolaborasi, dan kreativitas. Melalui pameran ini, kita tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga memperkenalkan nilai, budaya, dan karakter bangsa yang berlandaskan pada prinsip kejujuran, keberkahan, dan kemandirian.
Saya berharap Indonesia Ramadhan Expo 2026 dapat menjadi ajang pembelajaran, promosi, sekaligus gerakan nasional yang mempertemukan pelaku UMKM, pelaku industri halal, dan masyarakat dalam satu visi: mewujudkan ekonomi umat yang berdaya, berkeadilan, dan berkelanjutan.Ketua Harian MES / Menteri Koperasi RI
DR. FERRY JULIANTONO, SE. Ak., M.Si.
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) memandang Indonesia Ramadhan Expo (INRA) sebagai bagian penting dari upaya kolektif memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks. INRA menghadirkan ruang yang relevan untuk mempertemukan pelaku usaha, lembaga keuangan, regulator, dan komunitas dalam satu rangkaian kegiatan yang mendorong pertukaran gagasan, penguatan literasi, serta pembentukan kolaborasi yang berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, koperasi memiliki peran strategis sebagai instrumen ekonomi rakyat yang sejalan dengan prinsip syariah: keadilan, kebersamaan, dan keberlanjutan. Melalui INRA, diharapkan koperasi syariah dapat semakin terintegrasi dengan UMKM, industri halal, serta sistem pembiayaan syariah, sehingga mampu menjadi motor penguatan ekonomi umat dari tingkat lokal hingga nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif
TEUKU RIEFKY HARSYA, B.Sc., M.T
Ekonomi kreatif dan UMKM merupakan fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Expo ini menjadi wujud nyata komitmen kita bersama untuk mendorong produk kreatif Indonesia agar tidak hanya tumbuh di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar internasional dengan identitas, kualitas, dan nilai tambah yang kuat.
Di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan preferensi konsumen, ekonomi kreatif hadir sebagai motor pertumbuhan yang inklusif—menciptakan lapangan kerja, melahirkan inovasi, serta mengangkat potensi lokal dan kekayaan budaya bangsa menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui expo ini, kita mempertemukan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dengan pasar, mitra usaha, investor, serta jejaring global yang lebih luas.Ketua Umum MES / CEO Danantara
ROSAN PERKASA ROESLANI, B.A., M.B.A.
Indonesia Ramadhan Expo 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran ekonomi syariah sebagai pilar penting dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya merayakan nilai-nilai spiritual Ramadhan, tetapi juga mendorong kolaborasi nyata antara pelaku usaha, UMKM, industri halal, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memperluas ekosistem ekonomi syariah Indonesia agar semakin berdaya saing di tingkat global.
Sebagai CEO Danantara dan Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah, saya menyambut baik terselenggaranya Indonesia Ramadhan Expo 2026 sebagai ruang sinergi, inovasi, dan literasi ekonomi syariah. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah yang produktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi umat, memperkuat keadilan sosial, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara luas.
Menteri Perdagangan
DR. BUDI SANTOSO, M.Si.
Indonesia Ramadhan Expo merupakan momentum strategis yang memadukan nilai-nilai spiritual Ramadhan dengan penguatan ekonomi umat melalui sektor perdagangan. Dalam pandangan Kementerian Perdagangan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi, tetapi juga wadah pengembangan peluang dan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memperkuat perdagangan dalam negeri sekaligus membuka akses ke pasar global.
Bulan Ramadhan identik dengan meningkatnya aktivitas konsumsi dan perputaran ekonomi. Hal ini menghadirkan peluang besar bagi UMKM untuk memperluas pasar produk halal, produk kreatif, serta berbagai kebutuhan masyarakat. Kementerian Perdagangan terus mendorong agar UMKM mampu memanfaatkan momentum ini melalui peningkatan kualitas produk, kepastian standar dan sertifikasi, penguatan branding, serta optimalisasi saluran distribusi dan perdagangan digital.
Gubernur Daerah Khusus Jakarta
DR.IR. PRAMONO ANUNG WIBOWO, M.M.
Sebagai ibu kota dan simpul utama perekonomian nasional, Jakarta terus beradaptasi menghadapi perubahan global yang begitu cepat. Tantangan ekonomi dunia hari ini tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan, tetapi juga tentang daya tahan, keberlanjutan, dan kemampuan membangun ekosistem kolaboratif lintas sektor. Dalam konteks ini, Jakarta memiliki tanggung jawab historis sekaligus peluang strategis untuk menjadi poros kolaborasi antara pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun fondasi ekonomi masa depan Indonesia.
Dinamika global yang ditandai dengan disrupsi teknologi, transisi energi, serta perubahan arah investasi internasional, menuntut lahirnya model pembangunan baru yang inklusif dan berkeadilan. Jakarta harus mampu bertransformasi menjadi kota yang tidak hanya menjadi pusat bisnis dan pemerintahan, tetapi juga ruang integrasi ide, inovasi, dan investasi. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar potensi ekonomi, sosial, dan budaya Jakarta dapat memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kawasan.
Dalam semangat tersebut, penyelenggaraan Indonesia Ramadan Expo (INRA EXPO) dan Indonesia International Muslim Fair (IIMF) 2026 memiliki makna strategis. Acara ini menjadi wadah lintas batas—mempertemukan sektor publik dan swasta, nasional dan global—untuk memperkuat posisi Indonesia, khususnya Jakarta, sebagai pusat ekonomi halal, inovasi kreatif, dan diplomasi budaya dunia Islam.
Melalui kegiatan ini, Jakarta tidak hanya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai katalis pertemuan gagasan besar tentang ekonomi berkeadilan dan kolaborasi global yang berkelanjutan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut baik inisiatif kolaboratif ini dan berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya investasi, inovasi, dan industri halal di ibu kota.
Dengan dukungan lembaga strategis nasional, serta pelaku usaha lintas sektor, Jakarta siap menjadi laboratorium nyata bagi integrasi antara nilai, teknologi, dan kebijakan ekonomi yang berpihak pada kemaslahatan bersama. Semoga penyelenggaraan INRA EXPO dan IIMF 2026 menjadi simbol semangat kolaborasi Indonesia baru — di mana pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bersatu dalam visi besar menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkeadaban. Dari Jakarta, kolaborasi ini diharapkan memberi inspirasi bagi penguatan ekosistem ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Yad/doe

