Ratusan lilin menyala di Vihara Dhanagun, Kota Bogor, pada Malam Tahun Baru Imlek

Bogor – Ratusan lilin menyala di Vihara Dhanagun, Kota Bogor, pada Malam Tahun Baru Imlek pada Senin (16/2/2026).
Pengurus Vihara Dhanagun Kota Bogor, Lheni Gita Iswara, mengatakan, pemasangan lilin menjadi bagian dari persiapan utama menyambut malam pergantian tahun Imlek.
Lilin-lilin merupakan persembahan umat dan simbol doa dan harapan agar tahun yang baru membawa keberkahan dan kehidupan yang lebih baik.“Lilin ini dari umat, dengan harapan tahun ini semoga diterangi dan lebih baik dari sebelumnya. Biasanya semakin besar lilinnya, semakin besar juga harapan rezekinya,” kata Lheni saat ditemui di Vihara Dhanagun Kota Bogor, Senin (16/2).
Lilin yang dipasang untuk menyambut perayaan imlek tahun ini mencapai ratusan batang dengan berbagai ukuran. Untuk ukuran terbesar, beratnya mencapai sekitar 200 kati atau kurang lebih 16 kilogram.
Menariknya, lilin-lilin yang telah dinyalakan pada malam Imlek ini tidak akan langsung dipadamkan. Lilin tersebut akan terus menyala hingga hari ke-11 perayaan Imlek.
“Kita nyalakan sampai 11 hari ke depan, sampai tanggal 27 Februati malam. Itu menjadi bagian dari rangkaian perayaan Imlek,” katanya.Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada malam Imlek saat ini, umat Khonghucu di Kota Bogor terlihat mulai berdatangan ke Vihara Dhanagun untuk melaksanakan sembahyang.
Dalam melaksanakan sembahyang, umat Konghucu membakar kertas sembahyang yang berisi doa.
Kertas-kertas sembahyang yang dibakar itu disebut Lheni dimaksudkan sebagai simbol harapan agar masing-masing doa yang dipanjat dapat tersampaikan dan terkabul pada tahun baru imlek ini
“Malam Imlek itu momen yang ditunggu-tunggu. Biasanya satu keluarga sembahyang ke wihara atau kelenteng, setelah itu baru berkumpul di rumah untuk makan bersama. Ada juga yang makan dulu di rumah, lalu setelah itu sembahyang dengan membakar kertas dan berdoa,” jelasnya.
Adapun untuk memastikan keamanan selama momentum perayaan imlek, pihak Vihara Dhanagun telah berkoordinasi dengan aparat setempat. Pengamanan dilakukan oleh internal vihara serta dibantu aparat kepolisian dari Polsek setempat guna menjaga kelancaran ibadah umat.
Lheni pun berharap pada tahun baru imlek kali ini, kehidupan masyarakat umat Konghucu dapat semakin baik dibandingkan tahun sebelumnya dan suasana kerukunan antarumat tetap terjaga.“Harapan saya, di tahun kuda ini semoga ke depan kita dapat lebih baik daripada tahun sebelumnya,” tuturnya.Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat nilai toleransi antarumat beragama, Kapolsek Parung Panjang, Kompol M.Taupik, S.H., M.H. melaksanakan kunjungan pengamanan langsung di Klenteng Kwan Im Bio Sadangan, Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, pada Senin (16/02/2026) malam.
​Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Polri dalam memastikan rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2026 berjalan dengan aman, damai, dan kondusif.Dalam peninjauan tersebut, Kapolsek didampingi oleh Kepala Desa Lumpang, Muhammad Rodis Faisal, jajaran Babinsa, serta personel Satpol PP. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Ketua Klenteng, Ferry, beserta sekitar 100 jemaat yang tengah melaksanakan ibadah doa malam.
​Pantauan di lokasi menunjukkan koordinasi yang matang antara petugas keamanan dengan pihak pengurus klenteng. Selain memastikan ketertiban, pihak Polsek juga melakukan koordinasi dengan petugas PLN guna menjamin kestabilan pasokan listrik selama prosesi ibadah berlangsung.
​Kapolsek melakukan dialog persuasif dan menyapa para jemaat secara humanis untuk memberikan ketenangan batin selama menjalankan ibadah. Dalam arahannya, Kompol Taupik menegaskan bahwa kehadiran negara adalah untuk menjamin hak setiap warga negara dalam beribadah.
​”Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian doa dan perayaan berjalan aman serta penuh khidmat. Polsek Parung Panjang berkomitmen memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun budaya. Kami juga mengajak warga untuk terus menjaga persatuan dan segera melaporkan jika ditemukan potensi gangguan keamanan,” ujar Kompol Taupik.
​Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 21.00 WIB ini berakhir pada pukul 22.10 WIB dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Hingga rombongan meninggalkan lokasi, situasi dilaporkan sangat terkendali.
​Sinergi solid antara TNI, Polri, Pemerintah Desa, dan masyarakat setempat ini menjadi bukti kuatnya harmoni sosial dan toleransi yang terjaga dengan baik di wilayah hukum Parung Panjang.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *