Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini banjir di Ibu Kota yang mulai berangsur surut pada Senin pagi

Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini banjir di Ibu Kota yang mulai berangsur surut pada Senin pagi, 9 Maret 2026. Berdasarkan data hingga pukul 06.00 WIB, jumlah wilayah terdampak berkurang drastis menjadi 16 Rukun Tetangga (RT) dan dua ruas jalan dengan ketinggian air antara 30 hingga 90 sentimeter.”Namun, saat ini banjir sudah berangsur surut,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.Yohan menjelaskan bahwa seluruh titik banjir yang tersisa berada di wilayah Jakarta Barat. Kondisi ini merupakan kelanjutan dari puncak banjir yang terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 siang, di mana genangan sempat merendam 148 RT dan 20 ruas jalan di wilayah Jakarta Selatan, Barat, dan Timur.

Pemicu utama banjir ini adalah intensitas hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu, 7 Maret 2026, hingga Minggu, 8 Maret 2026, yang diperparah dengan luapan sejumlah aliran sungai.

“Untuk penyebab banjir yaitu hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu, 7 Maret dan Minggu, 8 Maret serta meluapnya sejumlah sungai di daerah tersebut,” ujar Yohan.Hingga saat ini, BPBD DKI Jakarta masih menyiagakan personel untuk memonitor kondisi di lapangan. Personel gabungan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, hingga Dinas Gulkarmat terus dikerahkan untuk melakukan penyedotan air dan memastikan tali-tali air berfungsi optimal agar genangan segera hilang sepenuhnya.Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan. Jika berada dalam keadaan darurat, warga diminta segera menghubungi layanan nomor telepon 112 yang tersedia secara gratis selama 24 jam non-stop.Banjir setinggi hingga 50 sentimeter (cm) menggenangi Jalan Daan Mogot kilometer 11, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (8/3/2026) pagi. Genangan air yang menutup hampir seluruh badan jalan membuat arus lalu lintas tersendat. Ratusan sepeda motor yang nekat menerobos banjir mendadak mogok.banjir yang terjadi setelah hujan lebat mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (7/3/2026) malam,  menggenangi hampir seluruh ruas Jalan Daan Mogot pada kilometer 11 hingga batas trotoar.

Dalam kondisi tertentu, genangan air bahkan membuat permukaan aspal nyaris tidak terlihat. Akibatnya, banyak pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir akhirnya mengalami mati mesin di tengah jalan.Banjir yang terjadi di ruas jalan tersebut juga dipicu oleh luapan air Kali Sekretaris yang hingga kini masih berlangsung. Kondisi ini membuat debit air di kawasan Jalan Daan Mogot terus bertahan dan belum menunjukkan tanda-tanda surut secara signifikan.
Sejumlah warga sekitar menyebut banjir mulai terlihat sejak pagi hari dan terus meningkat seiring intensitas hujan yang tinggi di wilayah tersebut.
Seorang warga sekitar, Indra mengatakan genangan air mulai terlihat sekitar pukul 07.00 WIB dan terus bertambah hingga mencapai puluhan sentimeter.
“Dari tadi sekitar jam tujuh pagi sudah banjir di sini. Sekarang sudah naik, ada kali sekitar 30 cm sampai 50 cm,” ujar Indra saat ditemui di lokasi.Menurutnya, banjir di kawasan tersebut bukanlah kejadian baru. Setiap kali hujan deras mengguyur Jakarta Barat, ruas jalan tersebut kerap tergenang air hingga mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.
Ia menduga genangan air berkaitan dengan aliran menuju Kali Cengkareng Drain yang berada tidak jauh dari lokasi. Saat debit air meningkat, saluran drainase tidak mampu menampung aliran sehingga air meluap ke jalan.
“Sering di sini banjir. Apalagi yang depan itu dekat aliran ke Sungai Cengkareng Drain, di situ juga sering banjir. Masalahnya panjang,” katanya.
Indra juga menyebut kondisi tersebut sering membuat akses jalan terputus sementara. Pengendara biasanya harus menunggu hingga air surut sebelum bisa kembali melintas dengan aman.
“Kalau sudah kayak gini sering putus akses. Paling menunggu air surut saja,” tambahnya.Di tengah kondisi banjir tersebut, sejumlah warga memanfaatkan situasi dengan menawarkan jasa angkut sepeda motor menggunakan gerobak. Salah satunya adalah Yanto, yang sejak malam hari membantu pengendara melewati genangan air.
Yanto mengaku banjir sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Menurutnya, ketinggian air di lokasi sempat mencapai sekitar 50 sentimeter dan hingga Minggu pagi belum menunjukkan tanda-tanda surut.
“Ini sudah ada sekitar 20 sampai 50 cm. Belum ada pengurangan, masih standar,” kata Yanto.
Dengan menggunakan gerobak, ia membantu mendorong atau mengangkut sepeda motor milik pengendara agar tidak mogok akibat menerobos banjir. Untuk sekali angkut, ia mematok tarif sekitar Rp 100.000 tergantung jarak.
“Orang lumayan jauh angkutnya,” ujarnya.
Meski demikian, Yanto mengaku tetap bersyukur karena jasa tersebut memberinya penghasilan tambahan di tengah kondisi banjir.
“Alhamdulillah, buat sarapan mah ada. Lumayan ada pemasukan,” katanya.
Banjir di Jalan Daan Mogot sendiri kerap menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan salah satu akses utama penghubung Jakarta Barat dengan wilayah Tangerang. Ketika genangan air tinggi terjadi, kemacetan panjang hampir tidak dapat dihindari.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan drainase dan pengendalian banjir di wilayah Jakarta Barat, terutama di kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai dan saluran pengendali banjir seperti Cengkareng Drain dan Kali Sekretaris.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat di beberapa titik di sepanjang Jalan Daan Mogot kilometer 11, sementara pengendara diimbau untuk berhati-hati dan mencari jalur alternatif guna menghindari kendaraan mogok akibat menerobos banjir.

Yad/doe

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *