Media Integritas Indonesia
Tangsel 24 / 10 / 2026
Hari Dokter Nasional di peringati setiap tanggal 24 Oktober sebagai momentum untuk mengapresiasi dedikasi dokter dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.peringatan ini menandai 76 tahun berdirinya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan tema “IDI Berkemajuan,Berbakti untuk Bangsa.
Di kutip dari laman resmi Ikatan Dokter Indonesia tema tersebut menekankan pentingnya kemajuan organisasi profesi dan pengabdian dokter kepada masyarakat,bangsa dan negara.Semangat tersebut di harapkan mendorong dokter Indonesia untuk terus meningkatkan kompetensi menjaga profesionalisme dan memberikan pelayanan yang berkualitas.
Di momentum Hari Dokter Nasional 2026 ini ,isu Pemerataan tenaga medis menjadi sorotan utama.Salah satu berita dari Bina Mutiara/ Baca Malang,menyoroti pandangan pengamat mengenai ketimpangan jumlah dokter spesialis di daerah seperti di Malang Raya.Pengamat mendorong akselerasi beasiswa pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit bagi putra daerah agar tenaga medis mau kembali dan mengabdi di daerah asal mereka untuk mengatasi ketimpangan pelayanan.
Selain Pemerataan dokter.berita hari ini menekankan pentingnya mereformasi fungsi puskesmas sebagai gatekeeper atau pintu pertama pelayanan kesehatan masyarakat. Diusulkan juga optimalisasi program penanganan penyakit sejak dini serta realisasi “satu desa satu ambulans”guna menjamin penguatan akses transportasi medis langsung dari lapisan masyarakat terbawah.
Secara organisasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PBIDI) resmi merayakan momentum ini sebagaimana Hut ke 76 IDI sejak legalitas hukumnya berdiri pada 24 Oktober 1950.Di berbagai daerah perayaan ini diisi secara serentak dengan berbagai aksi pengabdian masyarakat nyata mulai dari pengobatan gratis,konsultasi kesehatan massal,hingga senam sehat bersama warga.
Melalui tema”IDI Berkemajuan,Berbakti untuk Bangsa”,seluruh dokter di Indonesia di ajak untuk tidak hanya menjadikan hari ini sebagai Hari seremonial tahunan melainkan pengingat komitmen profesionalisme,pemanfaatan teknologi kesehatan yang adaftif serta pengabdian etis tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi pasien.
Jurnalis : Yoen S.A