MEDIA INTEGRITAS INDONESIA
Tangsel – 22/11/2026
Fenomena orang lupa diri atau cari panggung (caper) setelah di ajak bekerja sama biasanya berakar pada kebutuhan psikologis akan validasi dan pengakuan eksternal.ketika kerja sama mulai membuahkan hasil fokus mereka bergeser dari tujuan kelompok menjadi kepuasan ego pribadi.
Berikut adalah alasan psikologis mengapa rekan kerja bisa berubah menjadi haus perhatian dan lupa diri.
1.Haus Validasi ( insecurity yang tersembunyi) : orang yang caper seringkali memiliki rasa tidak percaya diri yang tinggi di dalam dirinya.Begitu proyek bersama berhasil atau mendapat perhatian mereka langsung memanfaatkannya untuk menutupi rasa minder tersebut dengan cara mendominasi sorotan.
2.Sindrom Main Character ( merasa jadi pemeran utama) : ketika kerjasama mendapat pujian dari luar ( misalnya dari bos,klien,atau medsos) mereka mengalami bias kognitif. Mereka merasa bahwa kesuksesan itu terjadi hanya kehadiran mereka.sehingga merasa paling berhak atas semua tepuk tangan.
3.Kecanduan Dopamin dari Pujian : sanjungan dan perhatian dari orang lain memicu hormon dopamin (hormon kesenangan) di otak.Hal ini membuat mereka “kecanduan” untuk terus terlihat menonjol bahkan jika harus mengesampingkan peran anda sebagai mitra.
4.Efek Spotlight Yang Memabukkan : bagi sebagian orang berada di bawah sorotan adalah hal baru.ketidaksiapan mental dalam mengelola popularitas atau keberhasilan kecil ini membuat mereka goyah dan akhirnya melupakan etika serta komitmen awal.
Untuk menghadapi rekan kerja yang haus panggung dan lupa diri.Anda perlu menerapkan strategi yang tegas namun tetap profesional. Tujuannya adalah mengembalikan fokus pada kerja tim tanpa memicu Konflik terbuka yang merugikan proyek.
Berikut adalah dua langkah strategis yang bisa anda lakukan langsung :
1.Cara Membatasi Ruang Gerak ( Menjaga Kendali)
Dokumentasikan peran secara tertulis : buat pembagian tugas (Job description) yang sangat detail di awal atau di tengah proyek. Gunakan platform digital (seperti Trello,Notion atau Google Docs) yang bisa di lihat bersama sehingga kontribusi masing-masing pihak tercatat dengan jelas dan tidak bisa di klaim sepihak.
Klaim Kontribusi Anda Secara Proporsional : jangan menarik diri ke belakang panggung karena kesal saat presentasi atau melalaporkan hasil kepada atasan/klien gunakan kalimat kelompok yang adil seperti “saya bertanggung jawab di bagian strategi data dan rekan saya membantu di bagian eksekusi lapangan “. ini mengunci ruang geraknya untuk mengaku-ngaku sebagai satu-satunya aktor.
Libatkan Pihak Ke Tiga sebagai saksi : jika memungkinkan lakukan diskusi penting di depan anggota tim lain atau atasan.Orang yang suka caper cenderung lebih menahan diri jika tahu ada banyak mata yang melihat proses kerja sebenarnya.
2.Strategi Komunikasi Profesional ( Menegur Tanpa Menyerang )
Saat Menegur hindari menyerang sifat pribadinya. Fokuslah pada dampak perilakunya terhadap kerjasama.Gunakan teknik “I-Message”untuk menjaga profesionalitas.
Jurnalis : Yoen S.A
sumber berita: Geogle