MEDIA INTEGRITAS INDONESIA
Tangsel 16/10/2026
Tanggal 16 Oktober di peringati sebagai Hari Parlemen Indonesia dan Hari Pangan Sedunia.
Peringatan tahun ini menjadi ajang refleksi kritis mengenai fungsi legislasi nasional. Meski DPR mengklaim telah merumuskan 16 Undang-undang dan menerima 9.205 aduan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja parlemen di laporkan mengalami penurunan signifikan hingga menyentuh angka 39%.
Di ranah legislatif pergerakan baru muncul dari forum Rembug Iklim di Universitas Indonesia. Draf final RUU Penanggulangan Perubahan Iklim Yang Berkeadilan tengah memasuki babak baru di mana MPR mendorong di bentuknya One Stop Center khusus untuk kebijakan krisis Iklim nasional.
Berbagai DPRD di tingkat daerah seperti Malang Raya juga mereflesikan produktivitasnya lewat penyusunan Program Pembentukan Peraturan Daerah(propemperda) yang di foķuskan investasi,kesehatan dan penanggullangan penyakit menular
Tanggal 16 Oktober juga di peringati sebagai Hari Pangan Sedunia (World Food Day).Organisasi Pangan dan Pertanian PBB(FAO) tahun ini mengusung tema Innovate Today, Nourish Tomorrow (Berinovasi Hari Ini Untuk Pangan Hari Esok). Fokus utama terletak pada adopsi inovasi teknologi ,pemanfaatan data(termasuk kecerdasan buatan/AI) hingga optimalisasi pengetahuan tradisional,pertanian lokal guna menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman krisis Iklim.
Data terbaru FAO menunjukkan kondisi pangan dunia masih kritis,dengan 645 juta orang masih menghadapi kelaparan kronis dan sekitar 2.69 miliar orang belum mampu menjangkau pasokan makanan sehat bergizi.
Di tingkat nasional berbagai daerah melakukan aksi nyata.Dinas pangan Aceh menggelar pasar murah dan menyalurkan 1500 paket sembako bersubsidi bagi warga serta mengumumkan bahwa Aceh Tengah akan menjadi pusat perayaan puncak Hari Pangan Sedunia tingkat nasional pada 21 Oktober mendatang.Sementara itu wilayah seperti Jawa Timur terus menggenjot diversifikasi pangan lokal berbasis jagung,singkong,hingga sorgum.
Journalis : yoen
sumber berita : geogle