Tanggerang selatan – Media IntegritasIndonesia – Banten( 6 / 9/ 2026 )
Erupsi Gunung anak Krakatau di Selat Sunda yang terjadi pada Jum’at, 04 September 2026 pukul 23.07 wib hingga Sabtu dinihari, 05 September 2026 dengan durasi sekitar 30 detik telah dirasakan dampak debunya hingga wilayah Serpong Kota Tangerang Selatan. “Sampai kesini debunya nih,p sepeda motor sampai mobil pada berdebu lumayan tebal” ujar Diky, seorang warga yang menetap di kawasan Rawabuntu Serpong Tangerang Selatan. Hal yang sama juga dirasakan oleh Sutmi, warga Pondok Kacang Pondok Aren TangseL pada halaman rumah nya yang nampak kotor oleh ketebalan debu dampak abu vulkanik Gunung anak Krakatau. Bersama anggota keluarganya melakukan aksi bersih-bersih dengan menggunakan masker.
Dampaknya juga dirasakan pada jadwal penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang telah membatalkan 209 jadwal penerbangan. Untuk sementara penerbangan keluar masuk telah ditutup. Erupsi yang telah mengeluarkan awan gas panas, lava mountain dan abu vulkanik ini sangat berbahaya untuk suatu penerbangan yang berdampak pada kerusakan mesin pesawat dan keselamatan seluruh penumpang.
Pihak pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawasan Gunung anak Krakatau untuk melihat aktifitas erupsi ataupun mengambil video dan gambar. Selain itu dihimbau pada warga yang terdampak untuk mengurangi aktifitas diluar dan menggunakan masker serta air demi menjaga kesehatan.
Dalam menghadapi aktifitas erupsi, pihak BNPB menekankan tiga hal utama. Pertama, keselamatan masyarakat menjadi prioritas sehingga pemerintah daerah bersama unsur terkait perlu memastikan tidak ada wisatawan ataupun masyarakat yang berada dalam radius bahaya. Kedua, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan unsur terkait diharapkan memastikan jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi dan kebutuhan dasar masyarakat siap digunakan apabila terjadi aktifitas yang membutuhkan langkah evakuasi.
Ketiga, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi setiap arahan petugas. Informasi yang belum terverifikasi termasuk mengenai potensi tsunami juga sebaiknya tidak disebarluaskan karena dapat menimbulkan kepanikan.
Melihat hal ini, seorang tokoh agama yang menetap di wilayah Jombang Ciputat Tangsel mengajak semua warga muslim untuk beristighfar memohon ampun pada Allah swt dan makin mendekatkan diri pada Allah swt. “ini gunung istilahnya baru batuk kecil, belum batuk besar. Ingat kejadian meletusnya induknya Gunung Krakatau dengan kekuatan yang luar biasa pada 20 Mei dan 27 Agustus 1883 yang membuat langit benua Eropa dan Amerika jadi gelap. Menewaskan sekitar 36.417 orang dan telah menghancurkan banyak pulau. Apakah kita sudah siap kalau terjadi saat ini??..” ujar Ust. Abdullah saat dihubungi awak media mediaintegritasindonesia melalui telepon..(Red/AM.Tanjuang)✍️🇮🇩

