Banyak Pedagang Di Pasar Belik Pemalang Merasa Kecewa Gubernur Jawa Tengah Tak Hadir Dan Tinjau Lokasi Langsung 

 

Pemalang –  Media Integritas Indonesia – Jawa Tengah ( 04 / 9 / 2026 )

 

 

 

Kemalangan dan kerugian sudah dirasakan oleh puluhan pedagang yang berjualan di Pasar Belik Pemalang dikarenakan adanya peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa. hari lalu

 

Dan Pasca kebakaran hebat yang melanda Pasar Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, perhatian terhadap kondisi para pedagang dan pembangunan kembali fasilitas pasar terus menjadi sorotan publik .

 

Pada Kamis 3 September 2026 banyak pedagang di Pasar Belik merasa kecewa dikarenakan Gubernur Jawa Tengah tidak hadir dan tinjau lokasi langsung.

 

 

Padahal para pedagang di Pasar Belik sangat berharap Gubernur Jawa Tengah datang langsung meninjau lokasi pasar yang terbakar sekaligus melihat kondisi para pedagang yang sekaligus menjadi korban atas peristiwa Kebakaran.

 

 

Namun, harapan tersebut tidak terwujud karena Gubernur Jawa Tengah tidak hadir secara langsung dan kunjungan diwakili oleh staf.

 

Kondisi tersebut disayangkan oleh Rohyana, selaku bendahara Paguyuban Pasar Belik.

 

Ia mengaku kecewa lantaran sebelumnya beredar informasi di tengah masyarakat bahwa orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut akan datang meninjau lokasi kebakaran.

 

“Informasi yang kami dapat dari masyarakat, katanya Gubernur Jawa Tengah akan hadir meninjau langsung lokasi kebakaran. Tetapi ternyata tidak hadir dan hanya diwakili staf,” ujar Rohyana.

 

Dalam kunjungan tersebut, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diwakili staf gubernur menyerahkan bantuan senilai Rp800 juta secara simbolis. Bantuan tersebut rencananya diperuntukkan bagi pembangunan kembali kios dan los pedagang yang terdampak kebakaran.

 

Namun, menurut Rohyana, nilai bantuan tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan untuk memulihkan kondisi pasar. Berdasarkan estimasi sementara yang disampaikan pihak paguyuban, total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar.

 

“Kalau dibandingkan dengan estimasi kerugian yang mencapai sekitar Rp15 miliar, tentu bantuan Rp800 juta masih sangat jauh dari kebutuhan,” katanya.

 

Rohyana menambahkan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memang telah memberikan bantuan berupa beras kepada para korban kebakaran. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dasar pedagang dan masyarakat terdampak.

 

SPONSOR

Meski demikian, para pedagang berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada bantuan kebutuhan pokok. Mereka menginginkan adanya langkah nyata untuk membangun kembali pasar secara layak, aman, dan memenuhi standar.

 

Menurutnya, para pedagang membutuhkan kepastian mengenai pembangunan kembali kios dan los yang terbakar sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi.

 

“Harapan kami bukan hanya bantuan beras. Kami juga membutuhkan empati dan perhatian nyata dari pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kami berharap segera ada bantuan untuk pembangunan pasar yang layak dan sesuai standar,” ungkap Rohyana.

 

Besarnya dampak kebakaran juga dirasakan secara langsung oleh masing-masing pedagang. Rohyana menyebut, berdasarkan informasi yang dihimpun pihak paguyuban, kerugian yang dialami pedagang secara individu dapat mencapai sekitar Rp350 juta, tergantung besarnya kios, barang dagangan, dan aset yang terbakar.

 

Hingga Kamis (3/9/2026), para pedagang mengaku baru mendapatkan informasi mengenai bantuan Rp800 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan tersebut pun baru disampaikan secara simbolis sehingga mekanisme pencairan dan realisasi pembangunan masih menjadi perhatian para pedagang.

 

 

Adapun harapan pemerintah segera melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap korban, menghitung kerugian secara akurat, serta menyusun skema pembangunan kembali Pasar Belik yang dapat memberikan kepastian bagi seluruh pedagang terdampak.

 

Bagi para pedagang, pasar bukan sekadar tempat berjualan, tetapi merupakan sumber utama penghidupan mereka. Karena itu, pembangunan kembali pasar secara permanen dan layak dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas perekonomian masyarakat dapat segera pulih.

 

 

 

Penulis : Susmono ( Ramsus )

 

 

Sumber Berita : Rohyana Bendahara Paguyuban Pedagang Pasar Belik Pemalang

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *