Jakarta – Indonesia ( 10 / 8 / 2026 )
Fenomena polemik sampah yang dialami oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia terkait banyaknya penumpukan sampah utamanya di Bantargebang dan wilayah se Jabodetabek ,

Membuat Pemkot berpikir secara maksimal dalam mencari solusi untuk menanggulangi ataupun solusi .
Manuver Ubah Tumpukan Sampah Jadi Paving Block dilaksanakan .
Gencarnya Pemkot dibantu semua warga dari berbagai wilayah kecamatan di wilayah Jabodetabek membantu Kementerian Lingkungan ,
Dengan langkah yang ditempuh mengambil
tumpukan sampah plastik yang selama ini sulit didaur ulang atau dikenal sebagai sampah plastik tertolak kini memiliki nilai ekonomi.
Pekerja mengurai sampah pelastik di pabrik bangunan kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Tumpukan sampah plastik yang selama ini sulit didaur ulang atau dikenal sebagai sampah plastik tertolak kini memiliki nilai ekonomi. Melalui inovasi daur ulang, limbah tersebut diolah menjadi paving block ramah lingkungan.
Sampah plastik yang digunakan berasal dari hasil kerja sama dengan berbagai mitra pengelola sampah serta kiriman masyarakat. Limbah yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) kini dimanfaatkan sebagai bahan baku produk konstruksi yang memiliki nilai jual.
Project Assistant Rebrick mengatakan pemanfaatan sampah plastik tertolak menjadi paving block merupakan salah satu solusi untuk membantu mengurangi timbunan limbah plastik yang sulit didaur ulang menggunakan metode konvensional.
Dalam proses produksinya, setiap satu meter persegi paving block mampu menyerap sekitar 2,5 kilogram sampah plastik tertolak. Untuk menghasilkan luasan tersebut dibutuhkan sekitar 44 buah paving block.
Menurutnya, semakin banyak paving block yang diproduksi, semakin besar pula volume sampah plastik yang dapat dialihkan dari TPA. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, produk paving block hasil daur ulang ini juga memiliki nilai komersial. Rebrick memasarkan produk tersebut dengan kisaran harga Rp150.000 hingga Rp200.000 per meter persegi.
Penulis : Susmono ( Ramsus )
Sumber Berita : Tim Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Tim awak media CNBC Indonesia

