Kota Tangerang – media integritas Indonesia – Banten. ( 05/02/2026 )
Subhanallaah Masyaa-Allah,
Pondok Tahfidz Daarul-Qur’an Cipondoh Kota Tangerang menggelar acara spesial ‘Wisuda Purna SPM ULA I’DAAD SHIGOR Angkatan ke-15’ di Hotel Narita Kota Tangerang pada Jum’at, 5 Juni 2026
Dimulai usai sholat Jum’at, acara dihadiri oleh pimpinan KH.Yusuf Mansur, SE, KH.Ahmad Jamil, KH.Tirmidzi, KH.Muhajirin, segenap tenaga pengajar ustad-ustadzah, wali murid dan para wisudawan-wisudawati penghafal Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, KH Yusuf Mansyur mengajak kepada para santri wisudawan/wisudawati tetap semangat sesuai dengan semangat orangtua dalam pendidikan agama. “Selain menjaga sholat wajib 5 waktu, perbanyak sholat sunnah dan doa untuk orang tua kalian. Ingat, doa seorang ibu itu lebih kuat dan sakti daripada doa guru !” ujar Yusuf Mansyur.
Hal senada disampaikan pengasuh Pondok Tahfidz Daarul Qur’an, KH.Ahmad Jamil yang menjelaskan bahwasanya seorang Nabi memiliki tugas dalam mengajarkan hikmah dan akhlaq pada kita sebagai umatnya. “Wahai anak-anak, bersyukurlah pada Allah swt dan berterima kasihlah pada orang tua kalian supaya kelak nanti bisa menjadi anak sholeh dan generasi unggul yang berguna bagi agama, keluarga dan bangsa” ungkap KH.Ahmad Jamil
”Memori anak kita masih sangat kuat karena itulah harus dididik kuat dengan agama. Harapan saya, dirumah nanti perilaku dan akhlaq kalian jangan berubah. Bersikaplah sebagaimana saat masih di pondok. Istiqomah dalam amal agama” jelasnya.
Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan 1998 ini mengutarakan bahwasannya di benua Afrika ada beberapa negara yang merupakan suatu aib bagi orangtua yang anaknya tidak hafal Al-Qur’an.
Rasa haru pun terlihat pada raut muka wali murid. “Kami mengucapkan banyak terimakasih pada guru dan pengasuh yang telah mengajar dan mendidik anak kami selama ini. Semoga Pondok Tahfidz Daarul Qur’an makin maju dan berkembang. Pesan untuk anak-anak, perjalanan kalian masih panjang. Teruslah semangat dalam menuntut ilmu” kata seorang walimurid dihadapan hadirin.
Acara makin khidmat disaat KH.Muhajirin memimpin acara penyematan ijazah pada wisudawan- wisudawati. Dengan memiliki hafalan 3-10 juz, pihak Pondok Tahfidz memberikan apresiasi, terutama pada santri terbaik juara 1 yang diraih oleh Dimas Subhan.
Meski berlatar belakang pendidikan di pondok pesantren, ternyata masing-masing wisudawan- wisudawati mempunyai cita-cita yang luar biasa, ada yang mau jadi Dokter, Dosen, Guru, aparat TNI/Polri dan CEO perusahaan ternama. Tampak decak kagum para wali murid dan guru dengan apresiasi berupa tepuk tangan.
SPM (Satuan Pendidikan Mua’dalah) merupakan metode pendidikan yang diajarkan di Pondok Tahfidz yang sudah berusia 23 tahun ini. Meniru metode yang sama sebagaimana diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor dan metode semacam ini tidak ditemukan di banyak Pondok Tahfidz Al-Qur’an.
Acara spesial ini diakhiri dengan lantunan lagu ‘Terimakasih Guru’ dan foto bersama. Selamat berjuang untuk para santri, semoga ilmunya bisa bermanfaat..(Red : R.efendi /A.M.Tanjuang/)✍️🇮🇩

