Surabaya – Media Integritas Indonesia – Jawa Timur ( 04 / 06 / 2026 )
Partai Amanat Demokrasi Indonesia ( PADI ) yang merupakan partai baru di Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) .
Kota Surabaya kembali menjadi saksi lahirnya gagasan besar tentang masa depan demokrasi Indonesia. Dalam forum “Temu Silaturahim” yang mempertemukan jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN), Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Jawa Timur, serta Ketua DPD Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, Presiden PADI Mayjen TNI AD (Purn) Burlian Syafei menyerukan pentingnya membangun kembali fondasi moral, karakter, dan nilai-nilai kebangsaan sebagai arah baru perjuangan politik nasional.
Pertemuan yang digelar di Hotel Hersya Front One Surabaya pada beberapa hari yang lalu itu tidak sekadar menjadi agenda konsolidasi organisasi, melainkan juga forum ideologis yang menegaskan posisi PADI sebagai gerakan politik yang berorientasi pada pembangunan karakter bangsa dan penguatan demokrasi berbasis nilai-nilai luhur Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan nasional partai, pengurus DPP PADI Jawa Timur, para Ketua DPD Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, serta perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur. Sejak pagi hingga siang hari, suasana forum berlangsung penuh semangat, refleksi kebangsaan, dan diskusi mengenai arah pembangunan Indonesia di tengah berbagai tantangan global maupun domestik.
Dalam pidato kebangsaannya, Burlian Syafei menegaskan bahwa Partai Amanat Demokrasi Indonesia lahir dengan semangat mengembalikan politik kepada fungsi dasarnya sebagai sarana perjuangan rakyat, bukan sekadar instrumen perebutan kekuasaan.
Menurutnya, demokrasi Indonesia membutuhkan pembaruan paradigma yang tidak hanya berorientasi pada aspek elektoral, tetapi juga mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang memiliki integritas, moralitas, dan komitmen kuat terhadap kepentingan bangsa.
Baca Juga : Kepala Sekolah MAN 4 Jombang Diduga Tabrak Aturan, sudah lama lakukan pungutan dan baru tercium Modusnya
“Bangsa ini tidak kekurangan sumber daya alam, tidak kekurangan kecerdasan, dan tidak kekurangan potensi. Yang menjadi tantangan terbesar adalah bagaimana membangun karakter manusia Indonesia agar mampu mengelola seluruh potensi tersebut untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Burlian.
Mantan perwira tinggi TNI tersebut menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari korupsi, penyalahgunaan kewenangan, menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi politik, hingga melemahnya semangat persatuan di tengah masyarakat.
Menurutnya, akar dari berbagai persoalan tersebut tidak terlepas dari melemahnya karakter dan nilai-nilai kebangsaan yang selama ini menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena itu, PADI menempatkan pembangunan karakter sebagai inti dari seluruh agenda perjuangan politiknya. Burlian menegaskan bahwa perubahan bangsa harus dimulai dari perubahan manusia, sementara perubahan manusia harus dimulai dari pembentukan karakter yang kuat.
“Karakter bukan dibangun dalam satu hari. Karakter lahir dari kebiasaan, kebiasaan lahir dari tindakan, tindakan lahir dari pikiran dan hati. Jika ingin membangun bangsa yang besar, maka yang harus dibangun terlebih dahulu adalah karakter manusianya,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, Burlian juga mengingatkan pentingnya kembali memahami makna Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai sumber inspirasi dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menilai bahwa cita-cita para pendiri bangsa harus terus dijaga dan diterjemahkan dalam berbagai kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Baca Juga : Bupati Nias Barat Lewati Jembatan Moro’o Togimbuaya, Masyarakat Senang Baru Pertama kali Melihat Bupati Melintasi Jalan ini
Selain itu, ia kembali mengangkat konsep Trisakti yang menekankan pentingnya kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan sebagai pilar utama pembangunan nasional.
Menurut Burlian, di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, Indonesia harus mampu mempertahankan identitas nasional agar tidak kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang kaya akan nilai budaya dan sejarah perjuangan.
“Bangsa yang melupakan budayanya akan kehilangan arah. Bangsa yang kehilangan karakter akan mudah terpecah. Karena itu kita harus menjaga budaya, sejarah, dan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi masa depan Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPP PADI Jawa Timur, Subani Suryo Atmojo, menegaskan bahwa Jawa Timur siap menjadi motor penggerak utama dalam menjalankan visi dan misi partai di tingkat nasional.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu provinsi dengan kekuatan sosial, budaya, dan politik yang besar sehingga dapat menjadi pusat konsolidasi gerakan politik berbasis karakter yang diusung PADI.
Subani menyampaikan bahwa seluruh jajaran pengurus PADI di Jawa Timur berkomitmen memperkuat organisasi hingga ke tingkat akar rumput melalui program kaderisasi, pendidikan politik, serta penguatan komunikasi dengan masyarakat.
“Semangat yang disampaikan Presiden PADI menjadi energi baru bagi seluruh kader. Kami siap mengawal perjuangan partai dan menjadikan Jawa Timur sebagai laboratorium politik kebangsaan yang mampu melahirkan kader-kader berintegritas, berkarakter, dan dekat dengan rakyat,” ujar Subani.
Forum silaturahim tersebut juga menghasilkan sejumlah kesepahaman strategis terkait penguatan struktur organisasi, peningkatan kualitas kader, serta perluasan program sosial kemasyarakatan yang bertujuan memperkuat hubungan partai dengan masyarakat.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk menjaga soliditas organisasi dan mengawal perjuangan partai sesuai amanat konstitusi, nilai-nilai Pancasila, serta cita-cita luhur para pendiri bangsa.
Melalui konsolidasi besar yang berlangsung di Surabaya ini, Partai Amanat Demokrasi Indonesia mengirimkan pesan kuat bahwa masa depan demokrasi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekuatan politik semata, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen bangsa dalam membangun karakter, menjaga persatuan, serta menghidupkan kembali semangat pengabdian kepada rakyat.
Dari Surabaya, PADI menegaskan tekadnya untuk terus memperjuangkan politik yang beretika, berwawasan kebangsaan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat sebagai fondasi menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri, maju, dan bermartabat di tengah percaturan dunia.
Penulis : Susmono ( Ramsus )
Redaksi : R.efendi
Sumber Berita : pimpinan dan segenap pengurus PADI Surabaya
.

